Jalan Salib (MB 31D)
Doa Pembuka
P: Tuhan Yesus Kristus, Penyelamat kami, kami berkumpul untuk mengikuti jalan salib-Mu yang Kau lalui dari rumah Pilatus sampai ke puncak Golgota. Kami hendak merenungkan penuh syukur belas kasih-Mu yang mendorong Dikau untuk menerima dan memanggul salib-Mu. Hati-Mu yang masih penuh dengan belaskasih itu pada kami, orang yang tidak selamat karena dosa. Dengarkanlah kami bila kami doakan sesama kami dan diri kami sendiri dengan mengingat belaskasih-Mu itu.
U: Bunda Maria, hatimu berdukacita; tolonglah kami agar kami merenungkan sengsara Puteramu dengan wajar. Engkaulah yang pertama ditebus oleh Puteramu; doakanlah kami dan semua manusia dengan belaskasih Tuhan yang kaualami sejak awal hidupmu.
Marilah kita renungkan,
Yesus yang menjadi kurban,
kar’na cinta kasih-Nya.
Perhentian 1: Yesus dihukum Mati
P: Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu.
U: Sebab dengan salib suci Engkau telah menebus dunia.
P: Yesus, hakim dunia, berdiri di muka penghakiman manusia, Pilatus. Dengan penuh kebencian, orang banyak menuntut agar Yesus dihukum mati. Karena takut, Pilatus menjatuhkan hukuman yang tidak adil. Namun Yesus beridir di hadapannya dengan tangan terikat dan diam. (hening)
Tuhan Yesus, karena kami, Engkau dengan diam menerima hukuman mati yang tidak adil dari Pilatus. Kami mohon kepada-Mu:
U: Kasihanilah kami dan seluruh dunia ini.
P: Dia dianiaya, tetapi membiarkan diri-Nya ditindas.
U: Dia serahkan diri kepada orang yang mengadili dengan tidak adil.
P: Dia dikurbankan karena Dia sendiri menghendakinya.
U: Dan Dia tidak membuka mulut-Nya untuk mengeluh. (Yes. 53:7)
P: Allah mahakudus Allah mahakuasa, Allah mahabelaskasih.
U: Kasihanilah kami.
Sri Yesus Penebus kami,
dijatuhi hukum mati,
agar umat-Nya hidup.
Perhentian 2: Yesus Memanggul Salib
P: Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu.
U: Sebab dengan salib suci Engkau telah menebus dunia.
P: Para algojo menyeret salib ke hadapan Yesus. Dengan sukarela Tuhan menerima dan memikul kayu berat di atas bahu-Nya. Dia ingin minum piala yang ditawarkan Bapa kepada-Nya. Dia tahu dan sadar bahwa seluruh sengsara ini akan berakhir dengan wafat-Nya di kayu salib. Namun dengan taat kepada Bapa, Dia mengawali jalan sengsara ini. (hening)
Tuhan Yesus, dengan sukarela Engkau menerima dan memikul salib berat yang disebabkan oleh dosa manusia. Kami mohon kepada-Mu:
U: Kasihanilah kami dan seluruh dunia ini.
P: Sesungguhnya penyakit kitalah yang ditanggung-Nya.
U: Dan kesengsaraan kita yang ditanggung-Nya.
P: Dia tidak membuka mulut-Nya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian.
U: Seperti domba yang kelu di hadapan orang yang menggunting bulunya. (Yes. 53:4,7)
P: Allah mahakudus Allah mahakuasa, Allah mahabelaskasih.
U: Kasihanilah kami.
Salib berat dipanggul-Nya,
agar kita ikuti-Nya,
memikul salib kita.
Perhentian 3: Yesus Jatuh yang Pertama Kali di Bawah Salib
P: Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu.
U: Sebab dengan salib suci Engkau telah menebus dunia.
P: Bebannya berat, jalannya tidak rata dan berbatu, Tuhan sudah amat lelah. Dia goyah dan jatuh. Tangan kasar para serdadu Romawi menarik Dia kembali ke atas, memaksa Dia berjalan terus. (hening)
Tuhan Yesus, untuk pertama kali Engkau jatuh di bawah beban salib. Kami mohon kepada-Mu:
U: Kasihanilah kami dan seluruh dunia ini.
P: Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita.
U: Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita.
P: Ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan pada-Nya.
U: Dan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh. (Yes.53:5)
P: Allah mahakudus Allah mahakuasa, Allah mahabelaskasih.
U: Kasihanilah kami.
Sri Yesus, tolonglah kami,
bila kami jatuh lagi,
tertindih salib berat.
Perhentian 4: Yesus Berjumpa dengan Ibu-Nya
P: Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu.
U: Sebab dengan salib suci Engkau telah menebus dunia.
P: Bunda Maria berdiri di pinggir jalan yang dilalui oleh Puteranya yang memikul salib berat. Mereka saling memandang. Maria mengerti betapa Yesus sangat menderita. Ia pun ikut menanggung segala penghinaan dan derita bersama dengan Yesus. (hening)
Tuhan Yesus Engkau melihat bunda-Mu yang suci berdiri di pinggir jalan salib. Kami mohon kepada-Mu:
U: Kasihanilah kami dan seluruh dunia ini.
P: Mataku menjadi merah karena tangisanku.
U: Karena telah pergi yang menghibur aku.
P: Kokoh bagaikan maut adalah kasih sejati, nyalanya seperti api Tuhan.
U: Air kesusahan tak dapat memadamkan cinta. (Kid. Agung 8:6-7)
P: Allah mahakudus Allah mahakuasa, Allah mahabelaskasih.
U: Kasihanilah kami.
Maria s’lalu setia,
pada Sang Kristus Puteranya,
dalam suka dan duka.
Perhentian 5: Yesus Ditolong Simon dari Kirene
P: Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu.
U: Sebab dengan salib suci Engkau telah menebus dunia.
P: Tuhan tak mampu lagi memikul beban salib. Maka para algojo menangkap seorang petani yang sedang pulang dari ladangnya. Mereka memaksa dia untuk membantu Yesus memikul salib. (hening)
Tuhan Yesus, Engkau kehabisan tenaga, sehingga harus dibantu oleh Simon dari Kirene untuk memanggul salib-Mu. Kami mohon kepada-Mu:
U: Kasihanilah kami dan seluruh dunia ini.
P: Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya.
U: Dia harus memikul salibnya dan mengikuti Aku.
P: Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya.
U: Tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. (Mat. 16:24-25)
P: Allah mahakudus Allah mahakuasa, Allah mahabelaskasih.
U: Kasihanilah kami.
Cinta bakti pada Tuhan,
hanya dapat dibuktikan,
dengan saling mengabdi.
Perhentian 6: Veronika Mengusapi Wajah Yesus
P: Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu.
U: Sebab dengan salib suci Engkau telah menebus dunia.
P: Veronika melihat derita Yesus dan tindakan kasar para serdadu. Dia tidak peduli tentang apa yang akan dipikirkan dan dikatakan orang. Dengan berani ia menembus kerumunan orang banyak, mendekati Yesus yang berlumuran darah itu. (hening)
Tuhan Yesus, karena Engkau murah hati terhadap Veronika, Engkau memberikan gambar-Mu yang kudus kepada Veronika. Kami mohon kepada-Mu:
U: Kasihanilah kami dan seluruh dunia ini.
P: Hatiku mengikuti firman-Mu: Carilah wajah-Ku. Maka wajah-Mu kucari, ya Tuhan.
U: Tunjukkanlah wajah-Mu kepada kami, maka selamatlah kami.
P: Janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka.
U: Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepada kami. (Mz. 27:8-9)
P: Allah mahakudus Allah mahakuasa, Allah mahabelaskasih.
U: Kasihanilah kami.
Lipuran yang meringankan,
duka orang yang tertekan,
menghibur Kristus juga.
Perhentian 7: Yesus Jatuh Kedua Kalinya di Bawah Salib
P: Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu.
U: Sebab dengan salib suci Engkau telah menebus dunia.
P: Keadaan luka Yesus makin parah, derita makin bertambah. Dia jatuh untuk kedua kalinya, lebih hebat, lebih sakit daripada sebelumnya. Namun dengan memaksakan diri akhirnya Dia dapat bangkit lagi untuk menyelesaikan kurban hidup-Nya. (hening)
Tuhan Yesus, karena sakit-Mu melampaui batas, untuk kedua kalinya Engkau jatuh ke tanah di bawah beban salib berat. Kami mohon kepada-Mu:
U: Kasihanilah kami dan seluruh dunia ini.
P: Aku ini ulat dan bukan orang
U: Dicela oleh manusia, dihina oleh orang banyak.
P: Semua yang melihat aku mengolok-olok aku.
U: Mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya. (Mz. 22:7-8)
P: Allah mahakudus Allah mahakuasa, Allah mahabelaskasih.
U: Kasihanilah kami.
Bilamana kami lemah,
jatuh tercampak di tanah,
tegakkan kami lagi.
Perhentian 8: Yesus Menasihati Wanita-Wanita yang Menangis
P: Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu.
U: Sebab dengan salib suci Engkau telah menebus dunia.
P: Di pinggir jalan salib berdirilah sejumlah wanita yang meratapi dan menangisi Tuhan yang disiksa dengan kejam. Namun Yesus penuh belaskasih justru memikirkan derita yang akan menimpa mereka. (hening)
Tuhan Yesus, di tengah-tengah derita-Mu sendiri Engkau berbelaskasih bagi segala derita yang akan menimpa para ibu dan anak-anak bangsa-Mu. Kami mohon kepada-Mu:
U: Kasihanilah kami dan seluruh dunia ini.
P: Janganlah menangisi Aku, tetapi tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu.
U: Kamu akan berkata kepada gunung-gunung: Runtuhlah menimpa kami; dan kepada bukit-bukit: Timbunilah kami.
P: Jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup.
U: Apakah yang akan terjadi dengan kayu kering. (Luk. 23:28-31)
P: Allah mahakudus Allah mahakuasa, Allah mahabelaskasih.
U: Kasihanilah kami.
Tobatkanlah jiwa kami,
arahkanlah sikap hati,
pada cinta sejati.
Perhentian 9: Yesus Jatuh Ketiga Kalinya di Bawah Salib
P: Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu.
U: Sebab dengan salib suci Engkau telah menebus dunia.
P: Tuhan sudah kehabisan tenaga dan tersungkur untuk ketiga kalinya di bawah beban salib berat. Namun Dia ingin menyelesaikan karya yang ditugaskan oleh Bapa kepada-Nya. Maka dengan sekuat tenaga Dia berusaha bangun lagi. (hening)
Tuhan Yesus, untuk ketiga kalinya Engkau jatuh di bawah beban dosa kami. Kami mohon kepada-Mu:
U: Kasihanilah kami dan seluruh dunia ini.
P: Jiwa kami tertanam dalam debu.
U: Tubuh kami terhampar di tanah.
P: Kesalahan manusia tertumpuk di kepalaku.
U: Aku tertekan olehnya bagaikan beban berat. (Mz. 44:26)
P: Allah mahakudus Allah mahakuasa, Allah mahabelaskasih.
U: Kasihanilah kami.
Bila hatiku gelisah,
kar’na dosa atau susah,
ulurkanlah tangan-Mu.
Perhentian 10: Pakaian Yesus Ditanggalkan
P: Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu.
U: Sebab dengan salib suci Engkau telah menebus dunia.
P: Akhirnya Tuhan tiba di puncak bukit Golgota. Tenaga-Nya terkuras habis. Di muka rakyat, para algojo menanggalkan pakaian Tuhan untuk mempermalukan-Nya. Luka-luka bekas penderaan mulai berdarah lagi. (hening)
Tuhan Yesus, Engkau rela menanggung penghinaan ini demi kami. Kami mohon kepada-Mu:
U: Kasihanilah kami dan seluruh dunia ini.
P: Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka.
U: Dan mereka membuang undi atas jubah-Ku.
P: Lidahku melekat pada langit-langit mulutku.
U: Dan dalam debu maut Kauletakkan aku. (Mz. 22:19,16)
P: Allah mahakudus Allah mahakuasa, Allah mahabelaskasih.
U: Kasihanilah kami.
Pakaian-Mu dibagikan,
jubah utuh diundikan,
martabat-Mu dihina.
Perhentian 11: Yesus Dipaku di Kayu Salib
P: Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu.
U: Sebab dengan salib suci Engkau telah menebus dunia.
P: Para algojo mencampakkan Yesus ke tanah. Mereka melubangi tangan dan kaki-Nya dan memaku Yesus pada kayu salib. Kemudian salib didirikan. Sekarang firman-Nya terpenuhi: “Apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang pada-Ku.” (Yoh. 12:32) (hening)
Tuhan Yesus Kristus, Engkau membiarkan tangan dan kaki-Mu dengan kejam dilubangi dengan paku. Kami mohon kepada-Mu:
U: Kasihanilah kami dan seluruh dunia ini.
P: Mereka menusuk tangan dan kakiku.
U: Segala tulangku dapat kuhitung. (Mz. 22:17-18)
P: Aku mencari penolong, tetapi tidak ada.
U: Aku mencari penghibur, tetapi tidak kudapati.
P: Mereka malahan memberi aku makan racun.
U: Dan waktu aku haus, mereka memberi aku minum cuka. (Mz. 69:21-22)
P: Allah mahakudus Allah mahakuasa, Allah mahabelaskasih.
U: Kasihanilah kami.
Dari salib-Mu Kaulihat,
tak terbilang yang menghujat,
berapakah yang setia?
Perhentian 12: Yesus Wafat di Salib
P: Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu.
U: Sebab dengan salib suci Engkau telah menebus dunia.
P: Tuhan tergantung di kayu salib. Penjahat yang tergantung di samping Yesus berkata: Yesus, ingatlah akan daku, apabila Engkau datang sebagai Raja. Yesus berkata, “Sesungguhnya hari ini juga engkau akan bersama-sama dengan Daku di dalam firdaus”. Orang yang menyiksa Yesus pun didoakan. Pada jam tiga sore Dia mengeluh dengan suara nyaring: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Kemudian Dia berseru: Sudah selesai. Bapa, ke dalam tangan-Mu Aku menyerahkan nyawa-Ku. Lalu Yesus wafat. (hening)
Tuhan Yesus, karena taat pada kehendak Bapa, Engkau wafat setelah menderita dalam sakrat maut untuk menyelamatkan seluruh dunia. Kami mohon kepada-Mu:
U: Kasihanilah kami dan seluruh dunia ini.
P: Lihatlah kayu salib, di sini tergantung Kristus, Penyelamat dunia.
U: Mari kita bersembah sujud kepada-Nya.
P: Salib-Mu ya Tuhan, hendak kami muliakan dan kebangkitan-Mu kami puji.
U: Lihat, melalui kayu salib datanglah sukacita ke dalam dunia.
P: Semoga Tuhan memberkati kita dan menganugerahkan rahmat-Nya.
U: Semoga wajah-Nya bersinar di atas kita sehingga kita selamat. (Mz. 67:2)
P: Allah mahakudus Allah mahakuasa, Allah mahabelaskasih.
U: Kasihanilah kami.
Benih yang mati hasilkan,
buah yang berkelimpahan,
wafat-Mu: sumber hidup.
Perhentian 13: Yesus Diturunkan dari Salib
P: Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu.
U: Sebab dengan salib suci Engkau telah menebus dunia.
P: Telah selesailah derita Tuhan. Dengan penuh rasa sedih dan hormat, Yusuf dari Arimatea menurunkan jenazah Yesus dari salib dan kemudian merebahkan-Nya pada pangkuan Maria yang penuh dukacita. (hening)
Tuhan Yesus, setelah diturunkan dari salib, Engkau direbahkan pada pangkuan ibu-Mu yang terkasih. Kami mohon kepada-Mu:
U: Kasihanilah kami dan seluruh dunia ini.
P: Acuh tak acuhkah kalian semua yang berlalu?
U: Pandanglah dan lihatlah, apakah ada kesedihan seperti kesedihan yang ditimpakan Tuhan kepadaku. (Rat. 1:12)
P: Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan.
U: Jadilah padaku menurut perkataanmu itu. (Luk. 1:38)
P: Allah mahakudus Allah mahakuasa, Allah mahabelaskasih.
U: Kasihanilah kami.
Salib tanda penghinaan,
jadi lambang kemenangan,
lantaran wafat Yesus.
Perhentian 14: Yesus Dimakamkan
P: Kami menyembah Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu.
U: Sebab dengan salib suci Engkau telah menebus dunia.
P: Tubuh Yesus yang siap dimakamkan, telah diurapi dan terbungkus dalam kain kafan. Dengan hening Dia diarak ke makam. Para wanita mengikuti Yusuf dari Arimatea. Di antaranya adalah Maria, ibu Yesus. Maria ingat akan sabda Yesus: Pada hari ketiga Aku akan dibangkitkan. (hening)
Tuhan Yesus, demikianlah Engkau ingin ambil bagian dalam nasib kami sehingga Kau dimakamkan dan Kau beristirahat tiga hari di dalam bumi sampai hari Paska. Kami mohon kepada-Mu:
U: Kasihanilah kami dan seluruh dunia ini.
P: Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja.
U: Tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. (Yoh. 12:24)
P: Ditaburkan dalam kebinasaan, dbangkitkan dalam ketidakbinasaan.
U: Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. (1 Kor 15:42-43)
P: Allah mahakudus Allah mahakuasa, Allah mahabelaskasih.
U: Kasihanilah kami.
Jenazah-Nya dimakamkan,
rebah dalam penantian,
menyongsong kemuliaan.
Doa Penutup
P: Saudara sekalian. Karena penebusan yang tercapai berkat darah Yesus Kristus, kita menjadi anak-anak Allah. Maka penuh kepercayaan dan rasa terima kasih kita tidak segan berdoa:
U: Bapa kami…
P: Ya Bapa, sudilah memandang anak-anak-Mu yang berkumpul di sini. Sebab demi keselamatan mereka Tuhan kami Yesus Kristus tidak ragu-ragu menyerahkan diri ke tangan kaum penjahat dan menderita siksaan salib. Dialah Penyelamat kami, kini dan sepanjang masa.
U: Amin.
P: Semoga saudara sekalian dilindungi dan dibimbing oleh berkat Allah yang mahakuasa: + Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Amin.
Nama Yesus dimuliakan,
kurban salib dikenangkan,
untuk s’lama-lamanya.